Keluarga Kecilku..

Selamat datang di Blog pribadi keluargaku.

Namaku Irwan Ridwan biasa di panggil iwan. aku dilahirkan pada tanggal 11 Desember 1974 (entah benar atau tidak). Di KTP tercatat aku dilahirkan di Jakarta, padahal sebenarnya aku lahir di rumah orangtuaku di Tasikmalaya. Namun karena saat itu Bapakku kerja di Jakarta akhirnya aku didaftarkan di catatan sipil Jakarta. Kegiatanku saat ini mengajar di SMP – SMA Terpadu Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong Cibeureum Kota Tasikmalaya dan juga sebagai guru Produktif TKJ di SMKN Manonjaya Tasikmalaya.

Aku mempunyai seorang istri yang kunikahi pada tanggal 24 Juni 2003. Namanya Nurlela Hidayat. Ia terlahir tanggal 16 – 06 – 1976. Suatu kebetulan tanggal lahir yang cantik. Kesibukannya saat ini selain mengurus rumah tangga juga sebagai kepala tata usaha di SMP-SMA Terpadu Riyadlul Ulum Wadda’wah Tasikmalaya.

Saat ini aku dikaruniai dua orang anak yang lucu2. Anak pertamaku lahir di Rumah Sakit Tasikmalaya tanggal 14 – 04 – 2004 (kebetulan juga tanggal cantik) dan kuberi nama BUNGA AMELIA. Nama Bunga merupakan pemberian dari ibunya karena kami sepakat kalau anak pertamaku perempuan maka ibunya yang akan memberi nama. Sedangkan Amelia adalah pemberian dari kakeknya. Tadinya aku ingin namanya Allifa Zahra yang berarti bunga pertama. Saat ini usianya sudah mencapai 6 tahun 2 bulan baru masuk ke sekolah dasar. Sifatnya sangat aktif bahkan cenderung hiperaktif. Kami berdua sangat bangga dan sangat menyayanginya

Anak kedua terlahir di rumah bidan di kampungku, tanggal 3 Agustus 2007. Dia seorang laki-laki dan kuberi nama Azhar Rojabi Ash-sidiqi. Nama ini aku yang memilih karena sesuai kesepakatan kalau anak kami terlahir laki-laki bapaknya yang memberi nama. Kata azhar kupilih sebagai lambang keagungan dan kemuliaan. Kata Rojabi karena terlahir pada bulan rajab dan Ash-sidiqi adalah nama orangtuaku (almarhum). Keberikan nama itu sebagai penghormatan pada ayahku yang wafat tanggal 30 September 1997. Di usianya yang hampir mencapai 3 tahun ia terlihat sangat lucu dan lincah.

Perjalanan hidupku cukup berliku…

Aku terlahir dari keluarga pesantren, dimana kakekku mengelola pesantren yang cukup tua. Sejak kecil aku sudah terbiasa hidup di pesantren…masa kecilku terasa sangat bahagia. aku bebas bergaul dan bermain dengan teman-teman di kampung…segala permainan anak-anak pernah kurasakan, main layangan, berenang di sungai, sepakbola, petak umpet, gobak sodor, dan permainan anak-anak lainnya.

pengalamanku waktu SD yang paling berkesan adalah saat aku tersesat (nyasab) di kota tasikmalaya…saat itu aku duduk di kelas 3 SD…bersama 2 orang temanku..si darul (baul) dan  dadan…aku pergi ke kota dengan niat mau berenang di kolam renang gunung singa karena sebelumnya aku pernah diajak oleh kakakku berenang di sana. kami naik angkutan pedesaan dengan ongkos 25 rupiah…seingatku kolam renang gunung singa terletak di dekat masjid agung tasikmalaya, sehingga ketika melewatinya aku pun turun dekat masjid agung…setelah berputar-putar…ternyata ngak ketemu-temu…kami panik…waktu sudah sore…akhirnya aku di antarkan oleh tukang beca dan disuruh pulang naik angkutan pedesaan hingga sampai ke rumah…orang tua kamipun ternyata sangat panik mengetahui bahwa kami pergi ke kota bertiga.

Tahun 1988, aku masuk di SMP Negeri 2 Tasikmalaya, sebuah sekolah favorit di kotaku. Selain itu juga aku mulai masuk asrama di pondok pesantren condong yang dikelola oleh kakekku. Aku mulai merasakan kehidupan 2 dunia, dunia sekolah dan dunia pesantren..dua-duanya memberikan dampak yang sangat berarti dalam kehidupanku. Di SMP aku termasuk siswa yang cukup aktif kadang cenderung bandel..kesukaanku pada olahraga sempat membawaku menjadi tim inti bola basket dan bola voli di sekolah. Berbagai kejuaraan di tingkat kota, khususnya basket selalu kami menangkan. Kebandelanku membuahkan cerita 3 kali aku di tampar oleh guru..he..he..waktu kelas 1, aku pernah ditaguru pulang harus berbaris…aku menyerobot ke barisan depan..pas depan pak ade, plak…sebuah tamparan dengan buku mengenai wajahku..aku hanya senyum saja..sambil trus lari. Di tahun kedua atau saat duduk di kelas 2, kembali aku harus merasakan tamparan tangan kekar guru. Kali ini dari Pa Jajang, guru biologi…yang termasuk guru paling killer di sekolahku. Masalahnya lebih berat lagi…waktu itu ada praktek biologi membelah ikan…tiap kelompok membawa ikan. Kebetulan ikan yang kami bawa tidak semuanya dipakai, tapi di simpan di kolam ikan depan laboratorium. Sehabis pelajaran kebetulan kami ada tugas kerja kelompok. Saya pun inisiatif untuk liliwetan (masak) bareng teman-teman. Kami pun sepakat untuk mengambil ikan yang ada di kolam. Eh…sialnya ternyata ikan yang kami ambil terlalu banyak…ada ikan milik kelas lain yang terambil. Kontan pada pertemuan berikutnya pa Jajang memanggil kami yng dianggap mencuri ikan (ada 7 orang). Akhirnya…satu persatu..plak…plak…kiri..kanan…bogem mentah pa Jajang hinggap di pipi kami. Masuk kelas 3, kembali bogem mentah dari guru hinggap di pipiku. Kali ini aku menjadi korban teman2 sekelasku. Gara2 tidak ada yang mau jadi pemimpin upacara, pak Kasnun, yang waktu itu sebagai wakasek kesiswaan marah…beliau menanyakan siapa pemimpin upacara. Teman2ku serentak menunjuk aku…padahal waktu itu aku sedang malas jadi pimpinan upacara…tiba2 pak kasnun mendatangiku…dan…plak…ditengah lapang..pipiku mendapat tamparan.

Tapi walaupun bandel seperti itu, aku selalu masuk rangking 5 besar, sehingga setelah lulus SMP, dengan mudah aku diterima di SMA Negeri 1 Tasikmalaya.

Oh…ya…sebelum masuk SMA, aku sempat mengalami kecelakaan, tepatnya 1 minggu setelah EBTANAS SMP selesai. Waktu itu aku naik sepeda motor bertabrakan dengan sepeda motor lain, yang sempat menyebabkan kakiku bengkak, bahkan harus di bedah untuk mengeluar darah. Hampir 2 bulan aku tidak bisa keluar rumah karena tidak bisa berjalan.

Awal masuk SMA 1 Tasikmalaya, aku bertemu banyak teman-teman SMP ku. Jadi pergaulan/adaptasi di sekolah tidak terlalu sulit. Saat masuk SMA ini pula aku pergi meninggalkan rumah. Aku memutuskan untuk tinggal di pondok pesantren, tepatnya pesantren Al-Ihkwan. Pada waktu itu Pesantren Al-Ihkwan baru berdiri, jadi jumlah santrinyapun sedikit. Di buku induk pesantren,aku tercatat sebagai santri ke-28. Disini aku mulai hidup mandiri, mulai dari makan harus masak sendiri, nyuci pakaian, dan sebagainya. Namun aku sangat menikmati suasana di pesantren.

to be continue…

About Irwan Ridwan

Guru SMP-SMA Terpadu Riyadlul Ulum Tasikmalaya Guru SMKN Negeri Manonjaya Tasikmalaya

Posted on Juni 20, 2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Salam…
    Keren pa…..
    Maju teruuus!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: